๐๐ฒ๐ฑ๐ฎ ๐๐๐บ๐ผ๐ฟ ๐ฑ๐ฎ๐ฟ๐ถ ๐๐ฎ๐๐ฎ๐ธ
Lawak, yang kerap kita saksikan di televisi Indonesia tempo dulu (sekarang saya jarang menonton siaran lawak TV), adalah mengolok-olok, mencela, dan menertawai orang lain. Ada pihak yang dirundung secara sengaja untuk menciptakan lelucon. Ada pihak lain yang dikorbankan, dijadikan kobokan, objek penderita. Tentu orang tidak lupa pada Pak Bรจndot yang selalu menjadi korban lawakan Srimulat.
๐๐๐บ๐ผ๐ฟ ๐ท๐๐๐๐ฟ๐ ๐ฏ๐ฒ๐ฟ๐๐ผ๐น๐ฎ๐ธ ๐ฏ๐ฒ๐น๐ฎ๐ธ๐ฎ๐ป๐ด ๐ฑ๐ฒ๐ป๐ด๐ฎ๐ป ๐น๐ฎ๐๐ฎ๐ธ. Humor justru mencela, mengolok-olok, dan menertawai diri sendiri, keluarga sendiri, kelompok sendiri, suku sendiri, bahkan bangsa sendiri. Humor mengalihrupa (๐ต๐ณ๐ข๐ฏ๐ด๐ง๐ฐ๐ณ๐ฎ) tragedi hidup dirinya menjadi lelucon. Mark Twain mengatakan bahwa sumber humor adalah penderitaan, kebodohan, dan kesengsaraan diri sendiri. ๐ฃ๐ฒ๐น๐ฎ๐๐ฎ๐ธ ๐บ๐ฒ๐ป๐๐ฒ๐บ๐ฏ๐๐ป๐๐ถ๐ธ๐ฎ๐ป ๐ฐ๐ฎ๐ฐ๐ฎ๐ ๐ฑ๐ฒ๐ป๐ด๐ฎ๐ป ๐บ๐ฒ๐ป๐ด๐ผ๐น๐ผ๐ธ-๐ผ๐น๐ผ๐ธ ๐ผ๐ฟ๐ฎ๐ป๐ด ๐น๐ฎ๐ถ๐ป, ๐๐ฒ๐๐ฎ๐ฝ๐ถ ๐ท๐ฒ๐ป๐ฎ๐ธ๐ฎ๐๐ฎ๐ป ๐๐ฒ๐ท๐ฎ๐๐ถ ๐ท๐๐๐๐ฟ๐ ๐บ๐ฒ๐บ๐ฒ๐ฟ๐๐ผ๐ป๐๐ผ๐ป๐ธ๐ฎ๐ป ๐ฐ๐ฎ๐ฐ๐ฎ๐ ๐ฑ๐ถ๐ฟ๐ถ๐ป๐๐ฎ ๐ธ๐ฒ๐ฝ๐ฎ๐ฑ๐ฎ ๐ฑ๐๐ป๐ถ๐ฎ. Presiden Gus Dur ketika didesak mundur oleh lawan politiknya dengan enteng beliau menjawab: “๐๐ข๐ซ๐ถ ๐ด๐ข๐ซ๐ข ๐ด๐ข๐บ๐ข ๐ช๐ฏ๐ช ๐ด๐ถ๐ด๐ข๐ฉ, ๐ข๐ฑ๐ข๐ญ๐ข๐จ๐ช ๐ฅ๐ช๐ด๐ถ๐ณ๐ถ๐ฉ ๐ฎ๐ถ๐ฏ๐ฅ๐ถ๐ณ.”
Keterusterangan dan kejujuran memang menakutkan. Jenakawan sejati senantiasa mampu menemukan humor dalam momen yang serius, termasuk tragedi dalam hidupnya, dialihrupakan menjadi lelucon. Saya terus belajar bagaimana menghumor, menertawai diri sendiri. Tidak ada yang dibanggakan nilai sekolah saya. Di perguruan tinggi IPK saya megap-megap. Kerap rekan kerja saya bertanya mengenai sekolah saya.
“๐๐ถ๐ญ๐ช๐ข๐ฉ ๐ฃ๐ณ๐ข๐ฑ๐ข ๐ญ๐ข๐ฎ๐ข, ๐๐ณ๐ฐ๐ฏ?“ tanya rekan saya.
“๐๐ฏ๐ข๐ฎ ๐ด๐ฆ๐ต๐ฆ๐ฏ๐จ๐ข๐ฉ ๐ต๐ข๐ฉ๐ถ๐ฏ.“ jawab saya.
“๐๐ฐ๐ฒ ๐ญ๐ข๐ฎ๐ข?”
“๐๐ข๐ฃ๐ช๐ด๐ฏ๐บ๐ข ๐ด๐ข๐บ๐ข ๐ฃ๐ฐ๐ฅ๐ฉ๐ฐ ๐ด๐ช๐ฉ.”
Ia tertawa ๐ฏ๐จ๐ข๐ฌ๐ข๐ฌ dan berhenti bertanya. Apa yang terjadi jika saya menjawab dengan alasan lain? Saya meyakini ia akan mengejar terus dengan pertanyaan tidak penting dan saya akan menguras energi melakukan pembelaan.
Saya dapat menunjukkan lagi bahwa humor bersumber dari penderitaan hidup. Ketika anda melakukan reuni mengapa anda bisa tertawa-tiwi tanpa henti saat bertemu sobat-sobat lama? Tentu saja anda menertawai penderitaan masa lalu entah itu kekonyolan saat sekolah, entah itu diusir guru dari kelas, entah itu ditolak oleh bakal calon pacar, entah itu jual celana jins demi bisa menonton ๐๐ฐ๐ฅ ๐๐ญ๐ฆ๐ด๐ด, dan lain sejenisnya. Penderitaan bahkan tragedi saat sekolah anda alihrupakan menjadi lelucon yang menghibur diri anda dan orang lain. Dari sini anda sebenarnya berbakat menjadi jenakawan sejati.
๐๐๐บ๐ผ๐ฟ ๐บ๐ฒ๐ป๐๐ป๐ท๐๐ธ๐ธ๐ฎ๐ป ๐ธ๐ฒ๐๐ฎ๐ฟ๐ฎ๐๐ฎ๐ป. Bangsa ini kurang waras karena lebih gemar melawak, yaitu sibuk mencari dan menunjuk cacat-cacat orang lain. Mereka lupa melihat cacat diri sendiri. Selama orang tidak bisa berhumor, selama itu pula orang tidak waras.
Juga jangan berharap humor ada di surga karena sumber humor adalah penderitaan atau cacat diri sendiri. Konon surga itu isinya senang-senang, bahagia, jingkrak-jingkrak, tidak ada penderitaan, tidak ada cacat. Itulah sebabnya tidak ada humor di surga.
“๐๐ท๐ฆ๐ณ๐บ๐ต๐ฉ๐ช๐ฏ๐จ ๐ฉ๐ถ๐ฎ๐ข๐ฏ ๐ช๐ด ๐ฑ๐ข๐ต๐ฉ๐ฆ๐ต๐ช๐ค. ๐๐ฉ๐ฆ ๐ด๐ฆ๐ค๐ณ๐ฆ๐ต ๐ด๐ฐ๐ถ๐ณ๐ค๐ฆ ๐ฐ๐ง ๐ฉ๐ถ๐ฎ๐ฐ๐ณ ๐ช๐ต๐ด๐ฆ๐ญ๐ง ๐ช๐ด ๐ฏ๐ฐ๐ต ๐ซ๐ฐ๐บ ๐ฃ๐ถ๐ต ๐ด๐ฐ๐ณ๐ณ๐ฐ๐ธ. ๐๐ฉ๐ฆ๐ณ๐ฆ ๐ช๐ด ๐ฏ๐ฐ ๐ฉ๐ถ๐ฎ๐ฐ๐ณ ๐ช๐ฏ ๐ฉ๐ฆ๐ข๐ท๐ฆ๐ฏ.” Mark Twain
MDS
Dari akun fesbuk Efron Bayern
